Kerja Cerdas Kunci Sukses

Sukses yang Tidak Membebaskan

Juni 20, 2008 · & Komentar

Alam

Salah seorang sahabat mengatakan, hidup ini ternyata tak seindah syair para pujangga. Semuanya tipuan belaka. Ia yang hidup dengan harta berlimpah, naik mobil mengkilat, tidur di hotel berbintang dan  makan di restoran mewah, namun merasa tak pernah merasa menikmati hidup.

 

Ketika mengendarai mobil mewahnya, hatinya tak pernah merasa tenang. Ia cemas  bila di jalan di rampok orang. Atau, tiba-tiba mengalami kecelakaan.

Ketika sedang  berada di kantor dan duduk di kursinya,  ia merasa gelisah, jangan-jangan jabatannya digeser. Di rumah pun ia merasa tidak nyaman. Ia kerap terbangun di malam hari, khawatir ada maling masuk ke rumah, mengambil semua barang berharga.

 

Ia mengaku iri melihat para petani di sawah yang makan enak di dangau sawah, ketika istirahat selepas mengolah sawah. Sang petani bisa tertidur nyenyak di atas dangau yang terkadang beralaskan jerami, tanpa harus memikirkan banyak persoalan seperti orang-orang kaya.

 

Begitulah hidup ini. Kita cenderung tergesa-gesa dan terpenjara dengan berbagai urusan dan problematika. Ketika di atas pesawat menuju tempat acara, fikiran kita cenderung terfokus kepada berbagai masalah kantor yang dihadapi.  Juga berbagai urusan yang tidak pernah habis-habisnya.

 

Kita lupa melihat kumpulan awan yang indah merona di angkasa. Kita lupa menengok ke bawah, betapa tenangnya laut biru. Kita lupa menyaksikan hamparan hutan dan kebun yang hijau ranau di bawah sana.

Ketika tidur di hotel berbintang V, kita tak bisa menikmati betapa empuknya kasur di hotel tersebut. Betapa hangatnya uap sauna. Kita tak pernah menikmati betapa lezatnya berbagai macam ragam makanan yang tersedia, meski kita memakannya. Padahal, itu semua entah kapan bisa dirasakan para petani di kampung-kampung, atau para pengemis yang tidur di emperan toko, atau para staf.

Itulah bentuk-bentuk sukses yang tidak membebaskan. Hati kita memang sudah terpenjara. Jiwa kita terpasung oleh obsesi-obsesi yang tidak akan pernah ada ujungnya. Padahal, sukses sejati adalah  bila kita selalu dekat dengan-NYa. Yaitu Sang Pemilik Alam semesta, Sang Khalik. (*)

 

Kategori: Artikel

2 tanggapan so far ↓

  • windede // Juni 22, 2008 pada 10:54 am | Balas

    setubuh… eh, setuju… bukankah tak ada yang lebih menarik selain menjadi merdeka? ketika hidup terpasung oleh sekecil apapun urusan, sesungguhnya kita telah kehilangan hidup itu. selamat menggapai sukses yang membebaskan…

  • maryulismax // Juni 23, 2008 pada 3:31 am | Balas

    setuju dengan kata2 Pak Win… Sukses itu hanya titipan belaka, setelah titipan diambil, di situlah kebebasan bisa direngkuh :D

Tinggalkan sebuah Komentar