Ajaran Lao tzu tentang The Tao of Leadership banyak menyadarkan saya tentang filsafat kepemimpinan. Prinsip-prinsip Tao banyak membuka mata hati saya, sehingga diterjemahkan dalam keseharian.
Dalam salah satu ajarannya, Tao menyebutkan, ketika lahir, seseorang itu fleksibel dan mengalir. Ketika mati, seseorang menjadi kaku dan terhambat. Bayangkan kehidupan tanaman serta pepohonan; selama pertumbuhan, mereka relatif lembut dan lentur. Tetapi ketika telah matang dan mulai layu, mereka menjadi kaku dan patah-patah.
Pohon yang telah matang dan kaku dipotong menjadi kayu. Pemimpin kelompok yang kaku mungkin dapat memimpin latihan-latihan yang rutin serta terstruktur, tetapi tak dapat menangani proses kelompok yang hidup. Apapun yang fleksibel dan mengalir cenderung tumbuh. Apapun yang kaku dan terhambat akan layu dan mati.
Begitulah pemimpin. Ketika tidak fleksibel, ia akan gagal dalam memimpin. Bahkan, ia dijauhi. Camkanlah !

0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.